Harga Oli Mesrania 2T dan Spekulan Minyak

Harga Oli Mesrania 2T, Minyak dan Spekulan Minyak

Begini teman-teman, gw cukup terusik untuk menulis tentang hal ini setelah kejadian yang gw alami sendiri kemarin tanggal 27 Juni. Seperti yang sudah gw ceritain, gw punya Vespa PX 150, nah vespa jenis ini memiliki mesin 2 tak atau kerennya 2 stroke engine. Seri gw punya masih pake bensin campur, artinya oli akan dicampur dengan bensin pada saat pengisiannya. Cukup berbeda dengan beberapa seri baru vespa yang sudah menerapkan sistem oil reserve pada unitnya.

Gw gak akan bercerita tentang sistem mesin vespa, tetapi tentang harga olinya.

Oli mesin yang gw pake untuk campuran adalah oli mesin 2T, biasanya gw pake Mesrania 2T FB atau OB. FB itu yang warnya biru, tidak terlalu kental dan harganya sedikit lebih mahal dari OB yang warnanya merah, sedikit lebih kental dan harganya lebih murah dibanding OB. Nah pada bulan Mei harga Mesrania FB adalah Rp. 21.000 dan OB Rp. 18.000. Karena konsumsi vespa gw, si Tommy, adalah setiap bulan, maka rutin setiap awal bulan gw beli oli tersebut, entah OB atau FB.

Tanggal 27 Juni gw niat untuk membeli oli mesin. Mengingat persediaan tinggal sedikit. Sepulang kantor gw mampir ke POM Bensin di daerah Tebet, yang berdasarkan pengalaman gw membeli oli di sana harganya sangat wajar. Setelah memarkir vespa di tempat parkir yang didepannya terdapat spanduk besar partai berlambang banteng bermoncong putih, gw melngkah menuju kantor POM Bensin tersebut dengan langkah yang tegap. Gw buka pintu kantor, di dalamnya ada beberapa anak berbaju putih memegang map, sepertinya mereka sedang melamar pekerjaan pikir gw, dan beberapa bapak yang gw kenali salah satunya adalah pengelola POM Bensin ini. Pandangan gw langsung beralih ke rak yang berisi jajarn oli-oli mesin. Tidak butuh waktu lama untuk mengenali deratan oli mana yang gw cari dan gw seketika tertegun. Ya ampun harganya sudah naik, bahkan ketika gw tanya ke pengelolanya katanya harganya bukan naik tetapi loncat. Hahahaha bisa aja orang itu. Lagi-lagi gw pelototin aja tuh harga. Coba bandingin dengan harga yang gw sebut sebelumya, sekarang di label harga tertera FB Rp. 28.000 dan OB Rp. 25.000. Karena gw memang butuh banget ya gw beli aja yang OB, sesuai dengan budget meskipun nombok 4000, karena pada awalnya gw mau beli yang FB.

Sepanjang jalan gw mikir dan ada perasaan penasaran gw, masak iya harganya melambung sedemikian besar. Cewek gw yang hari itu bareng juga heran. Gw ama cewek gw lanjut untuk makan malem dulu di Sate Padang dan minum juice di depan TipTop rawamangun. Setelah makan dan minum, kita ke TipTop untuk liat-liat kemeja, gw ada niatan untuk beli kemeja baru. Nah terlintas kembali di pikiran gw untuk mengecek harga oli di TipTop dengan perkiraan kalau memang harga sudah naik pasti harga di manapun tidak akan jauh berbeda. Alangkah terkejutnya gw, ternyata harga oli Mesrania 2T FB di TipTop adalah Rp. 24.400. Masyaallah, yang bener yang mana nih? Gw benar-benar merasa tertipu. Bayangkan kalo gw beli oli di TipTop gw pastinya dapat membawa pulang oli FB yang sesuai dengan budget, bukannya OB. SIAL!!!

Fakta ini kemudian mengingatkan tentang buruknya penerapan mekanisme pasar dalam perekonomian dunia umumnya dan harga minyak khususnya mengingat harga minyak dunia menjadi pemicu atau bisa dikatakan disebut sebagai kambing hitam ketidaksrabilan perekonomian dunia. Itu ulah spekulan di tingkat global, nah yang baru gw rasain hari itu adalah ulah spekulan lokal. Ironi, negara penghasil minyak tetapi tidak sama sekali menerima keuntungan meroketnya harga minyak. Buat gw pribadi, ketika suatu item masuk dalam sistem mekanisme pasar maka tinggal tunggu saatnya diperbudak oleh sistem tersebut.

THIS WHOLE IDEA OF MARKET MECHANISM BASED ON THE STRUCTURE OF SUPPLY AND DEMAND IS ANOTHER WORD FOR KILLING FIELD!

Tinggalkan Balasan